Tiga Kekalahan Dari Empat Pertandingan Paling akhir, Liverpool Tidak Butuh Cemas

By Editor-A - pada 5th Mar 20 12:24 am

Tiga kekalahan di tiga persaingan tidak sama mengguncangkan The Reds, tetapi sebenarnya tidak ada yang penting dikuatirkan dari mereka.

Sesudah terkapar di Vicarage Road pada Sabtu (29/2), Liverpool menanggung derita kekalahan di Stamford Bridge pada Selasa (3/3) malam. Runtutan tidak terkalahkan The Reds di Liga Primer Inggris juga selesai, begitupun dengan penjelajahan mereka di Piala FA.

Lenyap sudah keinginan treble serta double untuk armada Jurgen Klopp, yang sekarang mendadak kelihatan demikian rawan sesudah demikian lama seperti tidak tersentuh oleh siapa juga.

Liverpool barusan menanggung derita tiga kekalahan dari empat pertandingan paling akhir di semua tempat. Jumlahnya kekalahan itu sama dengan pada 66 pertandingan awalnya. Atletico Madrid menekuk mereka, Watford mengguncangkan mereka, serta Chelsea memberi hukuman mereka. Liverpool kecolongan delapan gol dalam empat pertandingan serta tidak mampu satu juga cetak gol dalam tiga kekalahan itu.

“Saya ketahui angka-angkanya. Bukan angka yang bagus,” kata Klopp yang kelihatan lesu sesudah kalah dari Chelsea, sebelum selanjutnya mengerti jika saat ini teamnya cuma bermain di dua persaingan saja.

Dalam kondisi semacam ini, Liverpool pantang untuk cemas atau overreaction. Lebih, mereka akan selekasnya ditahbiskan jadi kampiun EPL serta itu wajar mendapatkan animo. Tetapi ada permasalahan yang perlu selekasnya dituntaskan Klopp sebelum Atletico bertandang ke Anfield dalam putaran kedua set 16 besar Liga Champions minggu kedepan.

Jadi awalan, Klopp pasti mengharap Liverpool tampil memberikan keyakinan waktu melayani Bournemouth, Sabtu (7/3) esok. Keyakinan diri akhir-akhir ini sedang turun, begitupun dengan perform serta konsentrasi. Kekeliruan dibikin serta musuh dapat memberi hukuman mereka. Lantas ada kecemasan mengenai efektivitas di posisi depan.

“Kami membuat beberapa kesalahan besar,” saya Klopp. “Dalam empat pertandingan paling akhir, kami kecolongan kebanyakan gol dari kondisi yang berlainan.”

Menantang Chelsea, kekeliruan itu berlangsung waktu Fabinho memberikan hadiah “assist” pada Willian, diikuti oleh blunder Adrian sebab salah menghadapi shooting sang gelandang Brasil. Selanjutnya, tandukan Virgil van Dijk yang salah target menyebabkan Ross Barkley lakukan serbuan balik dari posisi tengah sebelum tembakannya bawa Chelsea mengambil langkah ke perempat-final Piala FA.

Tidak seperti waktu menantang Watford, Liverpool lakukan banyak perputaran di Stamford Bridge. Tujuh pemain serta, terhitung dua pemain remaja, Neco Williams serta Curtis Jones, sesaat Divock Origi, Takumi Minamino, serta Adam Lallana tampil starter.

Tetapi pada saat bertepatan, Klopp turunkan Van Dijk, Joe Gomez, serta Andy Robertson, tiga pemain inti dari four-back. Lantas ada Fabinho, gelandang yang terpercaya Klopp, selanjutnya Sadio Mane, salah satunya striker elite dunia. Dari kursi cadangan, James Milner, Roberto Firmino, serta Mohamed Salah masuk juga.

Klopp tuntut pemain untuk “bangun serta menyerang” sesudah kekalahan menantang Watford. Beberapa pemain dapat mengerjakannya, khususnya di set pertama, dimana ada intensif bermain yang menyenangkan. Tetapi saat Anda kecolongan gol, semua gagasan dapat terancam amburadul.

Dalam 18 bulan paling akhir, Liverpool dapat dibuktikan memiliki kemampuan mengagumkan untuk bangun dari ketinggalan. Meskipun begitu, keadaannya tidak semacam itu di tiga pertandingan itu. Liverpool tidak berhasil memberi tanggapan saat kecolongan terlebih dulu.

Ini menjadi alarm buat Klopp serta pasukannya. Mereka kesusahan membuat kesempatan beresiko, serta tidak mampu membuat satu juga shooting pas target di set ke-2 waktu menelan tiga kekalahan itu.

“Saya tidak cemas dengan perform team, saya pun tidak cemas dengan hilangnya momen,” kata Klopp.

Klopp benar. Fakta kenapa hasil menantang Watford serta Chelsea demikian mengagetkan ialah sebab kita telah terlatih dengan standard tinggi yang dibanderol Liverpool. Kita tetap menginginkan Liverpool tampil oke serta menang dimana juga serta menantang siapa juga.

Bila beberapa peragu serta pengkiritk masih bernada menyumbang mengenai Liverpool, yang penting mereka kerjakan ialah dengar nyanyian fans tandang di Stamford Bridge pada Selasa malam tempo hari.

“We’re gonna win the league (Kami akan memenangkan liga),” tutur mereka. Serta mereka benar.

Kritis? Pasti tidak. Tidak dengan team ini. Tidak sesudah apa yang sudah mereka kerjakan dalam 18 bulan paling akhir.

Hal Menarik Lainnya